Ada tiga hal yang perlu diimprove berdasarkan
lesson
learned pergelaran
Indonesia WiFi (WiFi.ID) tahun 2013. Hal tersebut antara lain
connectivity,
penyediaan Access
Point
(AP), dan pembentukan Ecosystem. Dalam hal connectivity
diperlukan adanya
peningkatan ketersedian
last
mile Indonesia WiFi berbasis fiber
optic,
sehingga
ketika usagenya meningkat, akan diikuti peningkatan
user
experience dan
produktifitas
Acces
Point
(AP).
“Dalam penyediaan AP, perlu upaya
percepatan melalui program partnership
Pay AS You Install
(PAYI) dari Cisco, serta adanya
diskusi yang intensif
tentang pembentukan
ecosystem
dengan para vendor
device,” jelas Direktur EBIS Telkom M. Awaluddin dalam kunjungannya
ke Divisi Wireless Broadband (WiBro) Jumat (14/2).
Dalam
pertemuan yang berlangsung di Ruang Committed to U, Graha Indonesia WiFi
tersebut hadir EGM WiBro Pramasaleh Hario Utomo, VP Enterprise Service Dit.
EBIS Yusron Hariyadi,
VP Business Service Dit.
EBIS Ilmianto, DEGM
Divisi Telkom Barat Stanislaus Susatyo,
Deputy EGM Network Infrastructure & Access
NetBro Teuku Muda
Nanta, DEGM DBS Afriwandi, Direktur Utama PT Metra-Net Widi Nugroho, perwakilan dari DBB dan ISC, serta para
Senior Leader di lingkungan WiBro.
“Fokus kita di
tahun 2014 adalah menjadikan Indonesia WiFi sebagai customer
preference bagi pengguna broadband.
Untuk menggapai hal itu, beberapa hal yang segera harus dilakukan adalah
pergantian last mile
berbasis copper
menjadi fiber optic,
pembangunan AP di lokasi hang-out
places dan penerapan standard layanan WiFi kelas dunia di lokasi publik,” lanjut
Awaluddin.
Pada kesempatan
tersebut, Awaluddin dan
jajarannya juga
berkomitmen
untuk menggapai target revenue Indonesia WiFi tahun 2014 untuk Dit. EBIS sebesar
Rp 151 miliar.
Rekomendasinya adalah
menjalankan program pemenangan Jakarta sebagai battle field
untuk menjadikan Indonesia WiFi sebagai customer preference
broadband access nasional.
Sementara itu dalam paparannya, EGM WiBro
Pramasaleh Hario Utomo
menyampaikan program-program strategis WiBro 2014 untuk mencapai target
500 ribu
Access Point, Rp 500 M revenue dan strategi
monetizing
WiFi melalui program Digital
Lifestyle.
Prama juga menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh DC fungsional dan
WITEL
dalam penyediaan supply alat
produksi, guideline
SITAC, implementasi excellent deployment
& operation, serta penerapan standard layanan WiFi kelas dunia
khususnya dilokasi VVIPS.





+b.jpg)

.jpg)
